Sadar atau tidak sadar, ketika bekerja kita seringkali dituntut untuk melakukan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Bahasa kerennya multitasking.
Ya, kayak gadget atau laptop kita. Buka aplikasi word processor, dengerin musik, ngedit gambar, sambil browsing twitter’an dan facebook’an, plus plus plus yang lain.
Tapi ini yang di multitasking itu tubuh manusia, termasuk otak, tangan, kaki, mulut, dan seluruh anggota badan kita.
Biasanya kalau pekerjaan sedang deadline, kecenderungan perasaaan menjadi panik, waktu bergerak mepet, tekanan dari lingkungan sekitar membesar, dan konsentrasi pikiran menurun drastis.
Apakah kita enjoy? Hmm, itu relatif. Bisa ya, bisa juga tidak.
Yang jelas melakukan segala sesuatunya dengan cara multitasking itu ide yang sangat buruk. Ibaratnya kita punya power yang jatahnya bisa dipakai buat 2 jam, tapi diforsir dan efektifnya jadi 1 jam. Sialnya lagi, udah habis jatah 1 jam tetap aja di push sampai kehabisan tenaga. Akhirnya kepala jadi pusing lah, migren, masuk angin, badan mendadak demam, dll dll.
